Selamat Datang
Selamat Datang MTS PN Maos…
disini rencana halaman Utama tampil paling awal
Selamat Datang MTS PN Maos…
disini rencana halaman Utama tampil paling awal
Donwload lagu terbaru penyemangat bagi sodara kita yang sedang di Uji Oleh Allah SWT……
Lagu MP3 KPK di DADAKU… didownload di sini kpk-di-dadaku
Temuan beberapa peneliti dan LSM tentang semakin meningkatnya seks bebas di kalangan remaja serta maraknya tayangan video mesum beberapa pasangan remaja di internet maupun ponsel, tampaknya patut membuat kita prihatin dan semakin mewaspadai serta membentengi anak-anak kita agar terhindar dari “air bah” pornografi yang kian melanda anak-anak remaja, termasuk para remaja sekolah. Betapa tidak, pornografi ternyata tidak hanya dapat merusak mental dan moral anak bahkan lebih jauh lagi dapat menciutkan otak.
Seperti dikupas dr. Donald L. Hilton, ahli bedah saraf di Rumah Sakit San Antonio, Amerika, dalam sebuah seminar pornografi di Jakarta, bahwa orang yang suka menonton, melihat, atau membawa film pornografi dianggap sebagai orang yang kecanduan. Nah, otak bagian depan orang yang kecanduan pornografi akan mengalami penyusutan. Penyusutan sel otak yang memproduksi dopamin akan mengacaukan kerja neurotransmiter itu. Dopamin merupakan neurotransmiter yang memicu rasa senang, sedangkan neurotransmiter adalah bahan kimia otak yang menghantarkan pesan antar sel saraf. Pada orang yang kecanduan pornografi, dopamin diproduksi terus-menerus. Lama-kelamaan, produksinya terkuras sehingga akhirnya otak akan mengerut, terutama pada bagian yang mengontrol kesenangan. Jika itu terjadi, akan mempengaruhi pengendalian diri, kekuatan daya belajar, dan memori, sehingga kemampuannya akan menurun. “Rangkaian listriknya berjalannya lebih lambat,” ujar dr. Donald L. Hilton. Ia menegaskan bahwa kerusakan otak akibat kecanduan pornografi lebih berat daripada kecanduan kokain.